Langsung ke konten utama

Makalah Perilaku Organisasi Motivasi


Hallo, teman-teman perkenalkan namaku Nerla Nurlela seorang Maha Siswa di PTN kota Tasikmalaya. Diatas adalah foto aku dan ibuku sebagai penyemangat aku mengisi blog ini. Semoga bisa membantu teman-teman semua. Selamat membaca...



Menggunakan Imbalan Untuk Memotivasi Para Pekerja
            Gaji bukanlah faktor utama yang mendorong kepuasan pekerjaan. Namun, faktor tersebut memang memotivasi orang, dan perusahaan seringkali meremahkan manfaat pentingnya dalam mempertahankan talenta yang unggul.
Menciptakan Suatu Struktur Gaji
            Terdapat banyak cara untuk menggaji para pekerja. Pada awal proses adalah dengan menetapkan gaji yang mensyaratkan keseimbangan keadilan internal-nilai dari pekerjaan terhadap organisasi (biasanya ditentukan melalui banyak teknis yang dinamakan evaluasi pekerjaan).
Beberapa organisasi lebih memilih untuk membayar gaji diatas pasaran, sementara beberapa lainnya akan ketinggalan pasar karena mereka tidak dapat mengusahakan untuk menggaji sesuai dengan tingkat pasar.
Memberikan Imbalan Kepada Para Pekerja Melalui Program Pembayaran Gaji yang Bervariasi
            Sejumlah organisasi kini telah beralih dari sistem pembayaran gaji yang hanya berdasarkan jenjang pendidikan/ijazah dan masa kerja. Pembayaran gaji berdasarkan hasil kerja, prestasi, bonus, pembagian laba, pembagian keuntungan, dan rencana kepemilikan saham kepada pekerja adalah bentuk dari program pembayaran gaji yang bervariabel (variable-pay program).
            Rencana pembayaran gaji yang bervariabel telah lama digunakan untuk memberikan kompensasi bagi tenaga penjualan dan para eksekutif. Secara global sekitar 80% perusahaan menawarkan beberapa bentuk dari rencana pembayaran gaji yang bervariabel.
Pembayaran Gaji Berdasarkan Hasil Kerja
            Rencana pembayaran gaji berdasarkan hasil kerja (piece-rate pay plan) telah lama terkenal sebagai suatu sarana untuk memberikan kompensasi kepada para pekerja produksi dengan jumlah yang tetap atas setiap unit produksi yang diselesaikan. Rencana hasil kerja yang murni tidak ada gaji pokok dan membayarkan gaji kepada para pekerja hanya apa yang mereka produksi. Sebagai contoh : Para pekerja di Ballpark yang menjual kacang dan soda dibayar dengan sistem ini. Jika mereka menjual 40 kantong kacang dengan $1 perbuah sebagai pendapatan mereka , sehingga mereka memperoleh $40. Semakin keras kerja mereka dan semakin banyak kacang yang mereka jual, maka semakin besar uang yang mereka peroleh.
Pembayaran Gaji Berdasarkan Prestasi
            Pembayaran gaji berdasarkan prestasi (merit-based pay plan) membayar gaji bagi kinerja individu yang didasarkan pada peringkat penilaian pekerja. Keuntungan utama adalah bahwa orang-orang berpendapat untuk menjadi seorang pekerja yang berkinerja tinggi agar mendapat kenaikan yang lebih besar. Maka rencana yang didasarkan pada prestasi akan membiarkan para individu menganggap bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kinerja dengan imbalan mereka.[1]
Bonus
            Sebuah bonus tahunan adalah sesuatu komponen dari total kompensasi yang signifikan bagi banyak pekerjaan. Diantara CEO yang masuk dalam daftar Fortune 100, bonus (rata-rata $1,01 juta) umumnya melebihi gaji pokok (rata-rata $863.000).
            Riset terkini telah menemukan bahwa cara pemberian bonus dan imbalan juga digolongkan mempengaruhi motivasi orang-orang. Meskipun harus diakui sedikit terdengar manifulatif, tetapi memanfaatkan imbalan dan bonus serta membagi mereka ke dalam kategori-kategori akan meningkatkan motivasi.[2]
Pembayaran Gaji Berdasarkan Keahlian
            Pembayaran gaji berdasarkan keahlian (skill-based pay) dinamakan pembayaran gaji berdasarkan kompetensi atau pengetahuan. Pembayaran gaji yang didasarkan pada keahlian juga memfasilitasi komunikasi di seluruh organisasi karena orang-orang memperoleh pemahaman pekerjaan satu sama lain dengan lebih baik. Salah satu kajian menemukan bahwa 214  organisasi berbeda, pembayaran gaji yang di dasarkan pada keahlian. Terkait dengan tingkat fleksibilitas tenaga kerja yang lebih tinggi, tingkah laku yang positif, perilaku keanggotaan dan produktivitas.[3]
Rencana Pembagian Laba
            Suatu rencana pembagian laba (profit-sharing plan) mendistribusikan kompensasi yang didasarkan pada beberapa penentuan formula yang dirancang di seputar profitabilitas perusahaan. Kompensasi dapat berupa bayaran uang tunai langsung atau, terutama manajer puncak, alokasi opsi saham. Rencana pembagian laba pada level organisasi nampaknya memiliki dampak positif terhadap tingkah laku pekerja para pekerja menyatakan kepemilikan memberikan perasaan yang lebih bahagia dipandang dari sudut psikologis.[4]
Pembagian Keuntungan
            Pembagian keuntungan (gainsharing) adalah suatu rencana sekumpulan insentif yang didasarkan pada formula yang menggunakan peningkatan dalam produktivitas kelompok dari satu periode keperiode lainnya. Metode ini paling terkenal diantara perusahaan manufaktur yang besar, meskipun beberapa organisasi pemeliharaan kesehatan telah bereksperimen dengan metode ini sebagai mekanisme penghematan biaya.[5]
Rencana Kepemilikan Saham Pekerja
            Suatu kepemilikan saham pekerja (employee stock ownership plan (ESOP)[6] adalah suatu rencana manfaat yang ditetapkan oleh perusahaan yang mana para pekerja memperoleh saham, seringkali dibawah harga pasar, sebagai bagian dari manfaat mereka. Perusahaan yang beragam seperti Supermarkets dan W.L. Gore & Associates sekarang lebih dari 50% dimiliki oleh pekerja.


[1] Pembayaran gaji berdasarkan prestasi (merit-based pay plan) Suatu rencana pembayaran gaji yang didasarkan pada peringkat penilaian pekerja.
[2] Bonus, suatu rencana pembayaran gaji yang memberikan imbalan kepada para pekerja atas kinerja terkini dan bukannya riwayat kinerja.
[3] Pembayaran gaji berdasarkan keahlian (skill-based pay) suatu rencana pembayaran gaji yang menetapkan level gaji atas berapa banyak keahlian para pekerja miliki atau berapa banyak perkejaan yang mereka kerjakan.
[4] Rencana pembagian laba (profit-sharing plan) suatu program yang dilakukan oleh organisasi yang didasarkan pada beberapa penetapan formula yang di rancang di seputar profitabilitas perusahaan.
[5] Pembagian keuntungan (gainsharing) suatu rencana sekumpulan insentif yang didasarkan pada formula.
[6] Rencana kepemilikan saham (employee stock ownership plan) suatu rencana manfaat yang ditetapkan oleh perusahaan yang mana para pekerja memperoleh saham, seringkali dibawah harga pasar sebagai bagian dari manfaat mereka.





Ini yang dapat aku bagikan tentang mata kuliah Perilaku Organisasi Semester 3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Definisi Jual Beli Dan Dasar Hukumnya - Fiqih Muamalah Semester 3

A.   Definisi Jual Beli Dan Dasar Hukumnya Pengertian Jual Beli             Jual beli atau dalam bahasa arab (al’bai) menurut etimologi adalah : Tukar-menukar sesuatu dengan sesuatu yang lain. [1] Jual beli menurut syara adalah tukar menukar harta dengan harta, atau tukar-menukar manfaat yang mubah dengan manfaat yang mubah untuk waktu selamanya, bukan riba dan bukan utang. [2] Jual beli adalah akad mu’awadhah, yakni akad yang dilakukan oleh dua pihak, dimana pihak pertama menyerahkan barang dan pihak kedua menyerahkan imbalan, baik berupa uang maupun barang. Syafi’iyah dan Hanabilah mengemukakan bahwa objek jual beli bukan hanya barang (benda), tetapi juga manfaat, dengan syarat tukar menukar berlaku selamanya, bukan untuk sementara. Dengan demikian, ijarah (sewa-menyewa) tidak termasuk jual beli karena manfaat digunakan untuk sementara, yaitu selama waktu yang di tetapkan dalam perjanjian. Demikian pula iarah yan...